Senin, 10 Agustus 2009

Mengapa Putih Telur Mengembang Bila Dikocok?

Bagi Anda yang mungkin memiliki hobi membuat makanan ringan, seperti puding atau agar-agar, mengocok putih telur (tanpa kuning telur) untuk campuran adonan tentu bukan hal yang aneh. Putih telur yang dikocok tersendiri dapat mengembang penuh dan menjadi kakusehingga bila dicampur dengan agar-agar akan membentuk tekstur yang khas dan menjadikannya terasa lebih lezat.

Pernahkah Anda mengocok putih telur dan tidak mau mengembang serta tidak kaku? Di sini akan dibahas penyebabnya.

Putih telur (albumen) mengandung senyawa obalbumen, yaitu protein yang bersifat mampu membentuk busa (foaming). Pembusaan dapat terjadi apabla ada udara atau gas yang terperangkap di dalamnya. Semakin banyak udara atau gas yang terperangkap, pembusaan akan semakin hebat. Hal ini ditunjukkan oleh pengembangan volume dan kekakuan tekstur putih telur.

Udara dapat diperangkap sebanyak-banyaknya dengan cara melakukan pengocokan pada kecepatan tinggi menggunakan mixer. Meskipun demikian, sebenarnya pembusaan putih telur tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengocokannya saja. Hal lain yang juga menentukan pembusaan putih telur adalah adanya senyawa lipid (lemak atau minyak).

Senyawa lipid bersifat menurunkan stabilitas busa yang dibentuk obalbumen sehingga hasil kocokan putih telur tidak mengembang atau tidak kaku. Penurunan stabilitas busa ini diakibatkan oleh menipisnya gelembung busa dan merenggangnya ikatan antar gelembung busa.

Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan hasil kocokan putih telur yang mengembang sempurna antara lain:

  1. pemisahan kuning telur dilakukan secara cermat ;
  2. hindari terikatnya kuning telur karena kuning telur mengandung senyawa lipid ;
  3. wadah dan alat pengocok (mixer) harus bersih dan bebas dari lemak / minyak ;
  4. lakukan pengocokan dengan kecepatan tinggi ;
  5. hindari panas atau suhu tinggi selama proses pengocokan.

Jumat, 24 Juli 2009

Makanan Tercemar Lebih Beresiko Bagi Balita

Perkembangan pesat di bidang industri dan transportasi berpotensi menimbulkan pencemaran. Jenis bahan beracun yang tersebar di lingkungan juga semakin beragam dengan kadar yang semakin tinggi pula. Bahkan dalam bahan makanan seperti adanya logam-logam berat atau pestisida di dalam madu, seafood, buah-buahan, sayur-sayuran, dan lain sebagainya.

Adanya senyawa-senyawa pencemar, seperti logam berat, pestisida, PAH, PCB dan dioxin, menimbulkan resiko keracunan bagi orang yang menkonsumsinya. Pencemaran ini harus menjadi perhatian besar khususnya untuk bayi dan anak-anak.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi dan anak-anak harus mendapat perhatian besar dalam hal pencemaran makanan, diantaranya adalah :

  1. Berdasarkan jumlah makanan yang dikonsumsi dan berat badan, ternyata bayi dan anak-anak mengkonsumsi 3 sampai 4 kali lebih banyak dari orang dewasa. Ini berakibat bayi lebih berpeluang menerima senyawa pencemar dibandingkan orang dewasa. 
  2. Di dalam usus balita, penyerapan senyawa-senyawa pencemar tertentu (seperti logam berat timbal, Pb) cenderung lebih tinggi daripada orang dewasa.
  3. Penyebaran senyawa pencemar di dalam tubuh balita cenderung lebih luas dibandingkan orang dewasa karena kecepatan sirkulasi di dalam organ-organ tubuh balita juga lebih tinggi.
  4. Ginjal sebagai organ pengatur eliminasi (pengeluaran) senyawa beracun belum dapat bekerja “secanggih” ginjal orang dewasa sampai bayi mencapai usia sekitar 16 bulan.
Sumber : Buku Tips Pangan "Teknologi, Nutrisi, dan Keamanan Pangan"

Senin, 20 Juli 2009

Portuguese Seafood Stew

Bahan-Bahan
  • 1/4 cawan minyak zaitun
  • 2 sdb mentega
  • 1 biji bawang besar - dadu kecil
  • 3 ulas bawang putih -cincang halus
  • 1 biji lada bangla - dadu lebar
  • 1 sdt dadu kecil
  • 2 sdt serbuk paprika
  • 4 biji tomato - dadu kecil
  • 2 sdt herba basil
  • 1 sdt Oregano
  • 2 helai daun bay
  • 6 cawan air rebusan kulit udang
  • 1/2 biji air perahan limau
  • 400 gm campuran makanan laut (udang, sotong ,ketam dan ikan )
  • 1 sdb kekoma
  • segenggam daun parsley - dicincang halus 
Cara Membuat
  1. · Panaskan minyak dan mentega, tumis bawang besar, bawang putih, sayur leek, lada bangla, lobak merah, tomato, serta rempah ratus.
  2. · Selepas seminit masukkan air rebusan kulit udang, didihkan, masukkan makanan laut dan air perahan limau serta daun parsley.

Kamis, 16 Juli 2009

Udang Goreng Tepung


Bahan Utama :
  • 350 gr udang besar dibuang kepala dan punggungnya.

Bahan Tepung :
  • 100 gr tepung terigu,
  • 50 gr tepung beras,
  • 1 jeruk nipis diambil airnya,
  • 3 siung bawang putih dicincang,
  • 1 sdm air jahe,
  • 1 sdt lada bubuk,
  • 2 kuning telur dikocok lepas,
  • 1 sdt garam, dan
  • minyak untuk menggoreng.
Cara Membuat :
  1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis dan garam. Lalu, diamkan selama 20 menit.
  2. Campurkan bawang putih, air jahe, lada bubuk, dan garam. Lalu masukkan ke dalam telur kocok.
  3. Celupkan udang ke dalam kocokan telur. Kemudian gulingkan di atas campuran tepung terigu dan beras.
  4. Goreng sampai berwarna kecokelatan.
  5. Hidangkan dengan sambal botolan.
sumber : Buku Panduan Lengkap Mengeruk Rupiah dari Bisnis Seafood

Senin, 13 Juli 2009

Kue Bolu Pisang

resep masakan kue bolu pisang


Bahan-Bahan :

1. Pisang raja yang sudah dikupas dan dihaluskan = 6 buah
2. Kuning telur ayam = 6 butir
3. Tepung maizena = 25 gram
4. Tepung terigu = 75 gram
5. Baking powder = 1 sendok teh
6. Mentega = 125 gram
7. Santan kelapa = 150 cc
8. Kismis yang sudah dibelah menjadi dua bagian = 75 gr
9. Garam = secukupnya
10. Vanili = 1 sendok teh
11. Gula pasir = 125 gram

Cara Memasak :


1. Tepung maizena, terigu dan baking powder digabung dan ayak jadi satu.
2. Santan dan mentega dididihkan bersama-sama
3. Campur dan kocok kuning telur, gula pasir, garam dan vanili sampai kental dan berwarna putih.
4. Pisang dimasukkan ke adonan kuning telur tadi secara bergantian dengan terigu dan campuran santan mentega sedikit demi sedikit sambil diaduk pelan-pelan sampai rata.
5. Masukkan kismis dan aduk lagi hingga merata.
6. Cetakan berdiameter 5 cm dilumuri mentega lalu isi dengan adonan lalu ratakan.
7. Panggang pada oven panas hingga matang lalu keluarkan dari cetakan dan dinginkan.

sumber : organisasi.org - Dapur Makanan Rahasia Tradisional Daerah Nusantara

Jumat, 03 Juli 2009

Faktor-faktor Pendukung Bisnis Seafood yang Menjanjikan

Apa kelebihan dari bisnis seafood ini dibanding dengan bisnis makanan yang lainnya??? Mungkin ini pertanyaan yang ada di pikiran kita semua bila ingin membuka bisnis restoran atau warung makan seafood. Beberapa pengusaha bisnis restoran atau warung makanan laut bahkan mengakui potensi untuk mengeruk laba cukup tinggi. Ada beberapa faktor lainnya yang menjadikan bisnis makanan laut (seafood) sebagai lahan usaha yang menjanjikan untuk digeluti :

1.Bahan Baku Relatif Murah dan Mudah Didapat.
Indonesia yang merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia tentunya memiliki perairan yang sangat luas. Kekayaan hasil lautnya melimpah dengan berbagai variasi jenis makhluk. Belum lagi dengan tambak-tambak, waduk, dan lain sebagainya. Dan menjadi jaminan pengusaha bisnis seafood tidak akan kekurangan bahan bakunya.

2.Faktor Kesehatan
Masyarakat modern sekarang ini sadar akan kesehatannya. Pertimbangan-pertimbangan memilih makanan yang sehat dan lezat menjadi salah satu kunci utama kesuksesan bisnis restoran seafood. Kandungan makanan laut memang kaya akan gizi seperti : protein, omega 3, lemak tak jenuh, mineral dan vitamin.

3.Cara Memasak yang Cenderung Relatif Mudah
Ketersediaan bahan baku dan bahan-bahan bumbunya mudah didapatkan. Selain itu, cara memasaknya pun cukup mudah dan cepat. Biasanya di restoran-restoran seafood hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk memasak hidangan seafood.

4.Tidak Membutuhkan Modal yang Besar
Kebanyakan orang berpikir bahwa bisnis restoran atau warung seafood membutuhkan modal yang besar. Padahal sebenarnya hal itu salah besar. Nilai pembelian bahan baku dengan nilai jual hidangan laut yang sudah jadi memiliki selisih yang cukup besar. Sehingga kemungkinan besar dalam hitungan bulan pemilik usaha seafood untuk balik modal cukup besar. Asalkan didukung dengan manajemen usaha yang baik. Untuk memulai usaha ini pun tidak memerlukan modal yang besar.

5.Faktor Sosial Masyarakat
Banyak masyarakat yang menjadikan makanan laut ini sebagai pilihan utama mereka. Bahkan peluangnya lebih besar sejak merebaknya kasus-kasus penyakit sapi gila, flu burung, dan lain-lain. Orang-orang pun banyak berpaling ke hidangan laut sebagai pengganti daging sapi atau ayam.

sumber : Panduan Lengkap Mengeruk Rupiah dari Bisnis Seafood

Selasa, 16 Juni 2009

Sukses Dengan Bisnis Seafood

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tentu saja kaya akan sumber daya laut, termasuk di dalamnya ikan. Setiap harinya, ribuan ton ikan diperoleh nelayan dari laut sehingga tak mengherankan jika Indonesia mempunyai banyak resep masakan yang berbahan baku ikan. Bahkan, di beberapa daerah hidangan laut menjadi salah satu menu wajib yang harus selalu ada saat makan.

Banyaknya persediaan bahan baku ikan laut dan tradisi mengonsumsi hidangan laut, sebenarnya bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan asalkan kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Membuka warung atau restoran seafood adalah salah satu alternatifnya. Tak banyak orang yang tahu bahwa dengan perencanaan dan manajemen yang baik, mendirikan usaha seefood seafood bisa menjadi bisnis yang sangat menjanjikan dan dapat mendatangkan keuntungan besar.

Untuk menjadi seorang pengusaha seafoot seafood, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Antara lain pemilihan lokasi yang tepat, menu-menu andalan yang ingin disajikan, dan analisis usaha yang akan mempermudah penghitungan modal serta biaya operasional tiap bulannya. Jika kita sudah bisa mengatur semua dengan baik maka usaha seafood dijamin akan meraih kesuksesan dan keuntungan besar. Biasanya pengusaha restoran seafood memperoleh keuntungan dari selisih margin yang cukup besar antara pembelian bahan baku (seafood) dan penjualan produk jadi. Selisih itu bisa mencapai 75%-nya tergantung dari restoran itu. Tidak mengherankan jika sebuah rumah makan atau restoran seafood yang lumayan besar bisa mendapatkan laba bersih mencapai ratusan juta dengan omsetnya miliaran Rupiah. Hal ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan manajemen yang baik, orang bisa meraih keuntungan yang berlipat ganda hanya dari satu usaha.

sumber : Buku Panduan Lengkap Mengeruk Rupiah dari Bisnis Seafood

 

  © Makanan-Minuman Kita 2009

Back to TOP